Sekilas Geografi Politik
7:04 AM | Author: Arfie
Perkembangan penelitian dan pemikiran geografi memunculkan berbagai macam definisi geografi. Namun dari berbagai defini tersebut terdapat kesamaan-kesamaan yang mendasar dalam pandangannya (Bintarto, 1991). Kesamaan pertama, objek studi geografi adalah permukaan bumi sebagai sasaran studi yang nyata dan bukan sesuatu yang abstrak. Kedua, studi geografi menekankan pada penyebaran manusia pada ruang (spatial organitation) dan kaitan manusia dengan lingkungannya. Ketiga, dalam studi geografi terdapat unsur-unsur utama seperti unsur jarak, unsur interaksi, unsur gerakan dan unsur penyebaran yang salig berkaitan dalam pembangunan. (Bintarto, 1988). Bintarto mengungkapkan bahwa geografi mempelajari hubungan kausal gejala-gejala muka bumi dan peristiwa-peristiwa yang terjadi geografi mempelajari hubungan kausal gejala-gejala di muka bumi dan peristiwa peristiwa di muka bumi baik yang fisikal maupun yang menyangkut makhluk hidup beserta permasalahannya, melalui pendekatan keruangan, ekologikal, dan regional untuk kepentingan program, proses, dan keterkaitan pembangunan.
Objek kajian geografi dapat dibagi dua, yakni objek material dan objek formal. Objek material yang umum dan luas, yaitu geosfer yang meliputi atmosfer, hidrosfer, biosfer, pedosfer, dan antroposfer. Objek formal, yang sampai sekarang merupakan kesepakatan, yaitu bahwa yang utama dalam geografi adalah sudut pandang atau cara pandang dan cara berfikir (the way how we look and we think at) terhadap suatu gejala di muka bumi baik yang bersifat fisik maupun sosial, yaitu sudut pandang dari atau “spatial setting”. Secara sederhanaan dapat diungkapkan bahwa dalam geografi selalu ditanyakan mengenai dimana gejala itu terjadi dan mengapa gejala tersebut dapat terjadi di tempat atau lokasi tersebut. (Bintarto, 1988)
Mengenai objek formal ini, menurut Heslinga dalam Bintarto (1988) dijelaskan bahwa terdapat tiga hal pokok dalam mempelajari objek formal dari sudut pandang keruangan, yaitu (a) Pola dari gejala tertentu di muka bumi (spatial pattern), (b) Keterkaitan dan hubungan sesama gejala antar gejala tersebut (spatial system), (c) Perkembangan atau perubahan yang terjadi pada gejala tersebut (spatial procces).
Tugas utama seorang geograf adalah mengindentifikasi permasalahan wilayah, mengenai faktor-faktor lingkungan yang berpengaruh baik secara lagsung maupun tidak langsung. Mengidentifikais hubungan antar variabel yang berpengaruh dan menentukan munculnya permasalahan wilayah, mengidentifikasi dampak positif maupun dampak negatif dari suatu permasalahan yang timbul baik saat ini maupun saat yang akan datang dan akhirnya menentukan alternatif pemecahan yang preventif, akuratif, maupun inovatif (Yunus, 2004). Permasalahan wilayah adalah suatu fenomena (politik, ekonomi, sosial, budaya) yang telah atau akan memicu munculnya ancaman terhadap kesejahteraan kehidupan manusia ataupun eksistensi manusia itu sendiri baik dalam waktu pendek maupun dalam jangka waktu yang panjang.
Hubungan antara manusia dan alam, manusia dan ruang, manusia dan lokasi, sebagai objek material geografi tidak lepas dari perhatian politik (Short, 2003). Politik adalah bermacam-macam kegiatan dalam suatu sistem politik (atau negara) yang menyangkut proses menentukan tujuan-tujuan dari sistem itu dan melaksanakan tujuan itu. Harold lasswell menyebutkan politik adalah siapa mendapat apa, kapan, dan bagaimana (politics :who gets what, when, how). Dalam hal ini Lasswell mengkaitkan politik dengan pembagian kekuasaan dalam suatu negara (Budiarjo, 1977).
Gejala politik yang tertangkap oleh geograf adalah pengorganisasian ruang secara politis pada berbagai level, baik nasional, regional, maupun lokal (Daldjoeni, 1991). Menurut Hartstone dalam Glassner (1995) geografi politik merupakan studi tentang variasi fenomena politik suatu tempat dengan tempat lain dalam saling hubungan yang bervariasi pada permukaan bumi yang menjadi tempat tinggal manusia. Sebagai bagian dari geografi manusia, geografi politik memperhatikan salah satu aspek tertentu dari hubungan manusia dan alam, serta segala bentuk yang tipikal hubungan antara faktor-faktor geografi dan entitas politik (Weigert dalam Galssnerr, 1995). Pearcy dalam Bintarto (1988) berpendapat bahwa geografi politik adalah kajian perbedaan dan persamaan wilayah dalam karakter politik yang dihubungkan dengan perbedaan dan persamaan wilayah lainnya secara keseluruhan. Menurut Fellman (2003) geografi politik adalah kajian pengorganisasian dan persebaran fenomena politik termasuk pengaruhnya terhadap komponen keruangan sosial dan budaya. Diskhit dalam Daldjoeni (1991) dan Kaperson dan Minghi dalam Glassner (1995) mengemukakan secara sederhana bahwa geografi politik adalah analisis keruangan tentang fenomena politik. Fenomena politik yang terjadi di muka bumi ini sangat banyak dan sangat luas, sehingga geografi politik mempelajari geografi dari unit-unit politik dan ini dapat bervariasi menurut luas dan tipe unit, mulai dari kota, provinsi, negara, bahkan sampai dunia secara keseluruhan (Daldjoeni, 1991).
an>
This entry was posted on 7:04 AM and is filed under . You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0 feed. You can leave a response, or trackback from your own site.

1 comments:

On Thursday, February 13, 2014 4:48:00 PM , januar surya said...

mantap artikelnya, thank's.

www.kiostiket.com